Tarekat Khalwatyah Hambat Perkembangan Ekonomi Masyarakat Pesisir Makassar

253
“Tekanan kultural dari ajaran tarekat Khalwatyah yang menjadi nilai instrumental ekonomi,  merupakan salah penyebab laju ekonomi masyarakat nelayan pesisir kota Makassar tertinggal,”. Hal itu diungkapkan oleh Abdul Wahab saat sidang ujian promosi doktornya yang berlangsung di Program Pascasarjana (PPs) UNM, Kamis (18/2).

Selain itu menurut Abdul Wahab, yang merupakan Dosen Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) ini, kesenjangan ekonomi pada masyarakat nelayan pesisir juga dipengaruhi oleh sistem kapitalisme pemilik modal. “Hasil penelitian menunjukan pengaruh kapitalisme berdampak pada pendapatan dalam struktur sosial komunitas masyarakat,” ungkapnya.

Dalam disertasinya yang berjudul Ketertinggalan Pembangunan Pada Masyarakat Nelayan Pesisir Kota Makassar, Abdul Wahab juga menjelaskan, sikap pasrah pada nasib menyebabkan rendahnya motivasi dan produktivitas untuk meningkatkan kualitas hidup, sehingga masyarakat mengalami stagnasi atau lambatnya perubahan sosial.

Untuk mengatasi masalah diatas, Abdul Wahab memberikan solusi melalui penguatan sosial yang meliputi perluasan akses masyarakat nelayan dalam memperoleh modal, pendidikan dan kesahatan. “Perluasan akses tersebut melalui penguatan regulatif, sehingga memberi kepastian dalam kehidupan sosial nelayan dalam mengatasi hambatan sosiokultural ketertinggalan pembangunan,” jelasnya.

Selaku ketua sidang ujian promosi, Direktur PPs UNM, Prof. Dr. Jasruddin mengucapkan selamat atas gelar yang telah diraih Abdul Wahab. “Saya ucapkan selamat Dr. Abdul Wahab, dan juga pada UPRI karena telah menambah dosennya yang bergelar doktor,” tuturnya.

Tak ketinggalan, Rektor UPRI, Dr. Hj. Andi Niniek Fariaty Lantara, yang juga hadir mengatakan jika ilmu yang telah diraih oleh Abdul wahab bisa berguna baik untuk orang lain, diri sendiri dan Alamamter. “Saya ucapkan juga terimaksih pada UNM yang telah membimbing dosen kami sehinggga meraih gelar doktor,” ucapnya.

Dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,90 dan meraih predikat sangat memuaskan, Abdul Wahab resmi menjadi doktor ke 100 pada Program Studi Sosiologi PPs UNM.