Dosen Unismuh Makassar Raih Doktor di PPs UNM

234

Setelah berhasil mempertahankan hasil penelitiannya pada sidang promosi doktor, Dosen Yayasan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Hasbi, meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Pendidikan di Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (28/1).

Dalam sidang promosi tersebut, Hasbi menjelaskan hasil penelitiannya yang berjudul Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Menggunakan Lingkungan Sekitar Untuk Meningkatkan  Ketuntasan Belajar di Sekolah Dasar (SD) dihadapan para penguji yang dipimpin langsung oleh Direktur PPs UNM, Prof. Jasruddin.

Menurut pria yang juga bekerja sebagai dosen luar biasa di beberapa kampus swasta di makassar ini, menjelaskan tujuan dari penelitiannya adalah untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan model pembelajaraan  berbasis masalah di Sekolah Dasar pada saat ini.

“Penelitian ini juga untuk memperoleh model pembelajaran berbasis masalah menggunakan lingkungan sekitar untuk meningkatkan ketuntasan belajar yang valid, praktis, dan efektif pada kelas IV di SD Kab. Gowa,” jelasnya.

Selain itu, Hasbi menerangkan, untuk melaksanakan pembelajaran guru diharapkan dapat memilih model pembelajaran yang sesuai. “Guru juga harus mampu merancang perangkat pembelajaran seperti RPP, buku guru, buku siswa, LKS, dan  tes hasil belajar yang merupakan  sistem pendukung pembelajaran,” terang Hasbi.

Selaku Direktur PPs UNM, Prof. Jasruddin yang juga menjadi pimpinan sidang mengatakan, penelitian yang dilakukan oleh Hasbi sangat baik untuk dikembangkan lebih jauh. “Ini merupakan sebuah keberhasilan, dan akan sangat baik jika ini  dikembangakan lagi untuk kedepannya,” kata Jasruddin.

Tak hanya Prof. Jasruddin, sebagai Promotor, Prof. Patta Bundu menuturkan jika orang yang sudah melakukan promosi doktor merupakan orang terbaik yang sudah sepantasnya mendapat gelar doktor. “Saya yakin mereka yang sudah promosi merupakan yang terbaik, sehingga sudah selayaknya mereka sedikit berbangga dengan prestasi yang telah diraih,” tuturnya