Doktor PKLH PPs UNM Teliti Pude Sebagai Energi Alternatif

243

Seorang doktor yang berasal dari program studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH), Program Pascasarjana (PPs) UNM, Suriani Nur meneliti dan memanfaatkan tanaman Nyamplung atau pude dalam bahasa bugis makassar sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Menurut Suriani, energi alternatif dari tanaman pude dapat menggantikan energi konvensional yang saat kini kian menipis sumber dayanya.

“Saat ini kita sudah krisis energi, indonesia yang dulu eksportir sekarang jadi importir karena permintaan minyak dunia yang sangat tinggi,” tuturnya. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasannya melakukan penelitian terhadap tanaman yang memiliki nama ilmiah Calophyllum Inophyllum L ini.

Menurutnya pude sendiri mempunyai kelebihan sebagai bahan baku biofuel nabati atau bahan bakar yang bersumber dari tanaman. “Reaksi kimia yang dihasilkan sebesar 72 persen, tanaman ini juga tersebar merata di seluruh indonesia dan berbuah sepanjang tahun,” jelasnya.

“Pude juga mudah dibudidayakan, selain itu produktivitas biji lebih tinggi dibanding jenis lain seperti biji jarak, pemanfaatan pude juga tidak berkompetisi dengan kebutuhan pangan,” tambahnya.

Tak hanya itu, selain pada tanamana pude, Penelitian Suriani juga berfokus pada pemberdayaan perempuan dalam melestarikan dan memanfaatkan tanaman pude ini. “Saat ini kita perlu mengoptimalisasikan keikutsertaan perempuan dalam berbagai bidang salah satunya dalam hal pelestarian lingkungan,” tutur Suriani.

Suriani memilih perempuan sebagai obyek penelitiannya karena pemikiran terhadap perempuan tidak bisa apa-apa dan sering di nomor duakan. “Dalam penelitian ini saya menemukan bahwa perempuan atau wanita merupakan manajer yang paling baik dalam pelestarian lingkungan,”ungkapnya.

Melihat hal ini, Direktur PPs UNM, Prof. Jasruddin sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Suriani sebagai mahasiswa program doktor. “Saya rasa jika ini dikembangkan maka kita bisa berkolaborasi dalam menciptakan energi ramah lingkungan,” tutur Prof. Jasruddin.

Penelitian ini sendiri telah dipaparkan Suriani dalam sidang promosi doktornya yang berlangsung pada, Selasa (18/04), yang dihadiri oleh delapan orang penguji. (rizki-ppsunm)